IPA MULTIMEDIA

BERBAGI ILMU PEMBELAJARAN IPA DAN ICT

Korban Pantai Serang Di Temukan

Siang sekitar jam 10.20 saya menjemput teman saya Rohmad P.A Nirwanapala untuk selanjutnya bersama-sama menuju ke Pantai Serang untuk melanjutkan pencarian korban tenggelam terseret ombak Jumat 23 Maret 2012. Dengan semangat yang menyala-nyala..ingin membantu keluarga korban yang sedang ditimpa musibah jam 11.00 kami tiba di Pantai Serang. Ada beberapa keluarga korban di dekat warung didalam area Pantai Serang, kami menghampirinya dan sedikit bertanya-tanya tentang perkembangan pencarian dari teman2 team SAR yang kami tinggalkan hari Minggu 26 Maret 2012 jam 11.30.

Berbekal informasi dari keluarga korban…dan teman2 team SAR yg telah pulang semua penulis dan Rohmad tetep optimis untuk melanjutkan pencarian sendiri. Dengan berbagai pertimbangan dan masukan dari penduduk sekitar akhirnya kami menuju ke Pantai Serit yang letaknya ada di balik bukit sebelah barat Pantai Setelah mengecek perbekalan kami sebungkus roti dan sebotol aqua kecil, kami mulai naik ke perbukitan…..denagn tdk henti-hentinya pandangan kami terus menatap ke lautan untuk mencari-cari keberadaan korban.

Setelah berjalan kurang lebih 10 menit kami sudah menuruni bukit dan sampai di Pantai ke 2 disebelah barat Pantai Serang…..walau ini bukan Pantai Serit target kami….tapi kami tetap melakukan pengamatan dan turun ke Pantai tersebut. Setelah kita rasa cukup pengamatan kami….akhirnya kami menuju Pantai Serit yang ada disebelah Barat Pantai yang sedang kita amati ini………………unutk naik bukit harus memutar lewat perkebunan penduduk……sedang di ujung barat pantai ada tebing yang sepertinya bisa kita “daki”, dengan sedikit pengalaman rocklimbing saat kami sekolah dulu. Percaya diri tebing setinggi 8 meter kita naiki…dengan saya memakai sandal jepit dan Rohmad memakai sepatu boot…ha..ha..ha…..gak cocok dah alas kakinya untuk seorang climber. Setelah sampai diatas dan melakukan sedikit pengamatan, kami masuk ke rerimbunan untuk mencapai sisi pantai yang lebih luas..utk memudahkan pengamatan kami ke lautan. Dengan mencari tempat yang agak tinggi dan teduh kami beristirahat sambil membuka tas kami……roti aq keluarkan….dan…aduhhh…botol aquanya jatuh…alamat gak minum nih…….akhirnya kami tetep makan roti walau tanpa minum…….tetep semangat..!!!!!!!

Setelah sekitar 30 menit kami mengamati dari atas tebing di bibir pantai, kami memutuskan turun ke Pantai Serit…….setelah sampai di Pantai…kami terus lanjutkan ke barat menuju sisi Barat Pantai Serit……Saya berhenti di tepi pantai dan mengamati sekitar pantai…sedang Rohmad mengamati ke jalur sungai yg masuk ke Pantai Serit. Hampir 30 menit saya di bibir pantai Rohmad memanggil saya dan mengutarakan maksudnya untuk menyebrang sungai dan melakukan pengamatan dari tebing disisi barat Pantai Serit. Saya memutuskan untuk tidak ikut menyebrang dengan pertimbangan target kami adalah Pantai Serit, jadi saya hrs tetap mengawasi di sekitar Pantai Serit.Kedua jika Rohamd mengalami kendala saat menyebrang (perlu pembaca ketahui Rohmad tidak bisa berenang), saya bisa melakukan usaha untuk menolong. Akhitnya dengan berbekal batang pisang Rohmad menyebrang, dan saya mengamati dari seberang. Walau agak cemas saat ketinggian air sungai sudah mencapai dagu Rohmad…akhirnya sampai ditepi juga. Setelah yakin Rohmad naik dari sungai, saya kembali melakukan pengamatan di bibir pantai Serit……Hamapir 30 menit Rohmad belum nampak sampai di tebing sebelah barat Pantai Serit…saya memutuskan untuk kembali ke Tebing sebelah Timur Pantai Serit, karena pandangan lebih luas dan ada tempat teduh untuk berlindung dari sinar matahari.

Lama juga saya diatas tebing…akhirnya muncul juga Rohmad di tebing sisi barat Pantai Serit..lega..plong….( perlu pembaca ketahui setelah naik dari sungai medan yang dilalui lumayan berat…licin….tanaman tebu dan tanaman menjalar yang ada duri-durinya…dan lumayan lebat). Tanpa hentinya pandangan kami terus menatap kesetiap penjuru pantai seluas mata kita mampu mengawasinya…tak terasa jam di HP saya sudah menunjukan jam 15.00…capek….ngantuk..panas…..huft……. Air laut surut……ya..itu saat yang tepat untuk Rohmad turun dan menyebrang sungai (jika air laut surut, maka air sungai hanya setinggi lutut orang dewasa dengan aliuran air tawar dari sungai….jika air laut pasang…air bisa setinggi 2 meter). Sayapun turun  kembali ke Pantai Serit dan memanggi manggil Rohmad untuk segera turun……Sambil menunggu Rohmad turun, saya menyempatkan utk cuci muka dengan sabun..segarr……akhirnya kamipun berjalan kembali ke Pantai serang……sekitar jam 15.40 kami sampai di Pantai serang…emnuju ke warung utk membeli makan (sukarelawan…pake uang sendiri).

Belum selesai kami makan..ada ibu2 yang mengatakan sudah ketemu mayatnya di Pantai Bangkong. Ada nelayan yang menemukan ditengah laut…kemudian membawanya ke tepi……dimasukan begitu saja ke Pantai Bangkong…kamudian memberitahu penduduk unuk mengambilnya. Dengan tergesa2 kami makan, selanjutnya segera menuju ke tempat evakuasi dengan beberapa team yang telah berkumpul (penduduk desa, BNPB kota Blitar, Basarnas dan kami berdua). Sekitar 30 menit berjalan darat akhirnya kami sampai ditempat evakuasi.

                    

Tidak terlalu sulit untuk emncapai ketempat evakuasi. Setelah kami masukan jenazah yang sudah tidak utuh lagi dan tentu saja sudah tidak dapat dikenali lagi, kami bergegas turun ke Pantai Serang… sampai dibawah…Pantai Serang sudah jadi lautan manusia…….ada penduduk yang ingin melihat….tentu saja dari fenomena akhir  sebuah evakuasi……ada beberapa lembaga…..team yang ingin memanfaatkan moment tersebut…..bahwa seolah-olah mereka ikut mencari dan menemukan korban…….ha..ha..ha……ha..ada-ada saja. Sekian cerita yang dapat kami kisahkan yang merupakan pengalaman penulis.

 
%d blogger menyukai ini: